UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MADIUN

Akreditasi Kampus "Baik Sekali"

Mahasiswa program RPL Prodi Kessos UMMAD dari DIY-Jateng Kuliah Tatap Muka di Kota Solo

MADIUN- Pengelola program Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menggelar Perkuliahan Tatap Muka dengan peserta program dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pelaksanaan kuliah tatap muka tersebut dilaksanakan di kantor Dinas Sosial Kota Surakarta, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ketua Program RPL Prodi Kesos UMMAD, Muh. Ni’am, M.Kessos menyampaikan mahasiswa program RPL Prodi Kesos UMMAD dari Jawa Tengah dan Yogyakarta berasal dari Kota Surakarta, Sragen, Rembang serta Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini, dosen Prodi Kesos yang mengajar di program RPL menyampaikan kuliah dengan pokok bahasan masing-masing dihadapan peserta.

“Saya tadi memberi kuliah mengenai Pengantar Peksos dan Kesos. Dosen lain yang menyampaikan Pengantar Antropologi juga AIK I tentang keimanan dan keislaman,” ujar Muh.Niam.

Sementara itu Kaprodi Kesos UMMAD, Qoni’ah, M.Si menyampaikan materi perkuliahan mengenai Sosiologi Pekerja Sosial (Peksos) dan Kesejahteraan Sosial (Kesos).

Qoni’ah menyampaikan teori Paul H.Borton mengenai ciri-ciri penyimpanan sosial, misalnya penyimpangan harus dapat didefinisikan.

“Artinya penilaian menyimpang tidaknya perilaku harus berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya,” ujar Qoni’ah.

Qoni’ah menambahkan, perkuliahan tatap muka ini menjadi bentuk pemadatan kuliah program RPL untuk perjumpaan kuliah yang ke 13-15.

“Untuk kuliah onlinenya sudah dilakukan dalam 12 pertemuan. Melalui kuliah tatap muka ini kita melakukan pemadatan (kuliah) untuk pertemuan 13-15,” ujar Qoni’ah.

Dekan FISIP UMMAD, Dr. Daliman SU mengapresiasi kehadiran mahasiswa peserta program RPL dalam perkuliahan tatap muka untuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Kami berharap mahasiswa RPL dari banyak daerah ini dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik sesuai dengan rancangan yang telah disiapkan pengelola,” ujar Daliman.

Daliman berharap ke depan program RPL tidak hanya menyelenggarakan kuliah tapi juga seminar yang bisa dilakukan secara online dan juga pengabdian masyarakat di lokasi peserta program RPL.

“Pertemuan awal (kuliah daring dan luring) lalu UAS, dapat dilalui dengan sebaik mungkin. Kalau diawal nilainya sudah bagus berikutnya jadi semangat belajar,” tambah Daliman.

Salah satu mahasiswa program RPL yang ikut serta kuliah tatap muka ini, Ririn Hanjar Susilowati menyampaikan dengan kuliah tatap muka seperti, materi yang diberikan pengaja bisa lebih jelas dipahami.

“Materi kuliahnya lebih kelas tersampaikan, bisa “masuk”. Kalau (kuliah) lewat online tidak cukup jelas karena kadang diikuti dengan bekerja,” ujar Ririn. (*)

Berita dan Informasi

Kabar terkini seputar UMMAD

Prodi Hukum UM Jatim Ikuti Munas III APSIH PTM Serta Perkuat Kerjasama Akademik dengan UMJ

MADIUN – Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim), yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi...

Khutbah Jum’at Masjid Al Wasathiyah UM Jatim: Nikmat Tuhanmu yang Mana yang Kau Dustakan?

MADIUN – Dosen Prodi Biokewirausahaan UM Jatim, Muhammad Hasan Al-Banna, M.Sc menjadi penceramah dalam khutbah Jumat di Masjid Al Washatiyah kampus UM Jatim, Jum’at, 3 Juli 2026. Dalam...

Mahasiswa UM Jatim Peringkat 4 Top 10 Finalis SDGs Future Leader 2026 Regional Jawa Timur- NTT

MADIUN – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim) sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengikuti kompetisi Astra Honda SDGs Future Leaders (SFL) 2026. Prestasi...