MADIUN – Dosen Prodi Biokewirausahaan UM Jatim, Muhammad Hasan Al-Banna, M.Sc menjadi penceramah dalam khutbah Jumat di Masjid Al Washatiyah kampus UM Jatim, Jum’at, 3 Juli 2026.
Dalam khutbahnya, Muhammad Hasan Al Banna menghadirkan tema “Mensyukuri Nikmat Allah Melalui Keimanan, Kemanfaatan dan Pengabdian bagi Bangsa”.
Disampaikannya, Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Ar-Rahman ayat 13 yang berbunyi Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān yang artinya Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
“Ayat ini diulang berkali-kali dalam Surah Ar-Rahman sebagai pengingat bahwa seluruh kehidupan manusia dipenuhi oleh nikmat Allah yang tidak mungkin dihitung satu per satu,” terang Hasan.
Hasan menyampaikan, diantara nikmat terbesar yang sering terlupakan adalah nikmat tubuh yang Allah ciptakan dengan sistem yang sangat sempurna.
Sistem pernafasan
Hasan menyampaikan sistem pertama adalah sistem pernafasan dimana setiap hari manusia bernafas sekitar dua puluh ribu kali.
Udara masuk melalui hidung, disaring, dihangatkan, diteruskan menuju paru-paru hingga mencapai jutaan alveolus tempat oksigen dipertukarkan dengan karbon dioksida.
“Seluruh proses yang sangat rumit itu berlangsung terus-menerus, bahkan ketika kita sedang tidur. Tidak ada seorang pun yang harus mengingatkan paru-parunya agar tetap bekerja,” terang Hasan.
Kedua, sistem peredaran darah. Jantung berdetak sekitar seratus ribu kali setiap hari, memompa darah melalui pembuluh darah sepanjang puluhan ribu kilometer yang menjangkau seluruh tubuh.
“Darah mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, serta membawa keluar zat-zat sisa metabolisme. Semua berlangsung secara teratur dan presisi tanpa pernah kita sadari,” jelas Hasan.
Ketiga, mekanisme penglihatan pada mata dengan cahaya memasuki kornea, melewati pupil yang ukurannya selalu menyesuaikan intensitas cahaya.
Lensa memfokuskan bayangan ke retina, kemudian jutaan sel fotoreseptor mengubah cahaya menjadi impuls listrik. Impuls itu diteruskan melalui saraf optik menuju otak, sehingga kita dapat mengenali warna, bentuk, jarak, dan gerakan hanya dalam hitungan sepersekian detik.
“Semua mekanisme yang luar biasa kompleks tersebut tidak berjalan karena perintah kesadaran manusia. Kita tidak pernah memerintahkan jantung untuk berdetak, paru-paru untuk bernapas, atau retina untuk menangkap cahaya. Seluruhnya berjalan sesuai sunnatullah yang Allah tetapkan,” terang Hasan.
Disampaikan Hasan, dalam Q.S Adz-Dzariyat ayat 21 Allah berfirman, “Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak betapa sempurna ciptaan Allah. Penemuan-penemuan sains bukanlah untuk menandingi kekuasaan Allah, melainkan semakin memperlihatkan kebesaran-Nya.
Bersyukur
“Apabila semua nikmat itu kita rasakan setiap saat, maka sikap yang paling pantas adalah bersyukur,” ujar Hasan.
Seperti yang disampaikan Allah dalam QS Ibrahim ayat 7,
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Hasan menyampaikan syukur tidak cukup diucapkan dengan kalimat Alhamdulillah. Bersyukur harus diwujudkan dalam tiga bentuk.
Pertama, syukur dengan hati, yaitu mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah semata. Kedua, syukur dengan lisan, yaitu memperbanyak zikir, doa, dan pujian kepada Allah.
“Ketiga, syukur dengan amal perbuatan, yaitu menggunakan seluruh nikmat untuk ketaatan dan kemaslahatan,” terang Hasan. (*)
