MADIUN – Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Prof.Dr. Sofyan Anif, M.Si hadir sebagai narasumber siaran program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Madiun, Jumat, 13 Maret 2026.
Tema yang dihadirkan dalam program Mutiara Pagi yang disiarkan di saluran youtube RRI Madiun ini adalah “Kedahsyatan Ramadhan di Malam Lailatul Qodar”.
Rektor UMMAD hadir sebagai narasumber secara zoom. Dialog dipandu oleh pembawa acara, Miftahul El Karim.
Mengawali program, Rektor UMMAD menyampaikan bahasan mengenai malam Lailatul Qadar seperti yang ada dalam QS Al-Qadr.
Disampaikan, malam Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki nilai lebih dari 1000 bulan. Apa keunggulan malam Lailatul Qadar ini?
“Yaitu pada malam itu turun para malaikat ke dunia dengan ijin Allah dalam rangka mengatur semua urusan kebaikan kepada orang beriman yang telah menjalankan puasa. Inilah yang disebut kedahsyatan malam Lailatul Qadr,” ujar Rektor UMMAD.
Menurut prof Sofyan Anif, secara nilai, malam Lailatul Qadar lebih baik dari waktu 1000 bulan atau kalau diukur dengan umur manusia jadi 80 tahun.
“Kalau kita bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar, tentu kehidupan kita sudah lunas. Tapi persoalannya tidak mudah mendapatkan malam Lailatur Qadar karena diawali dengan panggilan Allah kepada orang beriman untuk berpuasa,” ujar Rektor UMMAD.
Komitmen iman
Rektor UMMAD menyampaikan, saat seseorang berpuasa dengan komitmen kuat menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah dengan melakukan amalan-amalan di dalam Ramadhan maka akan menjadi orang bertakwa.
“Ya tarawihnya, qiyamul lail, shodaqoh, tolong menolong, sabar, tadarus, mencari ilmu, memaafkan orang lain tanpa diawali orang yang bersalah minta maaf. Nah ketika ditanya siapa orang yang bertakwa itu? Yaitu orang yang mendapat kebaikan Lailatul Qadr,” terang Rektor UMMAD.
Rektor UMMAD selanjutnya menyampaikan, kedahsyatan Lailatul Qadar akan menjumpai kepada orang yang komitmen keimanannya kuat menerima kehadiran Ramadhan dengan suka cita, gembira, dengan cinta.
Seperti yang dilakukan Rasulullah, ketika Ramadhan datang, Rasulullah itu menyebutnya dengan Marhaban ya Ramadhan, sebagai tamu yang agung.
Rasulullah memberi perumpaan Ramadhan sebagai kekasih setelah 11 bulan berpisah yang kemudian dipertemukan lagi.
“Betapa senangnya seorang kekasih yang lama meninggalkan kita kemudian hadir didepan kita, pasti merasa senang. Seperti itu, kalau betul betul Ramadhan itu menjadi kekasih,” terang Rektor UMMAD.
Rektor UMMAD menekankan, agar jangan sampai sindiran Rasulullah yang mengatakan betapa banyak umat Islam yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga.
Tapi sebaliknya kalau tahu kedahsyatan dari nilai nilai yang diperoleh selama bulan Ramadhan, tahu manfaat besar dari Ramadhan, pasti umat meminta seluruh bulan akan jadi bulan Ramadhan.
“Jangan seperti puasa orang awam, sekedar ikut-ikutan. Tapi bagi kita yang punya komitmen iman kuat tentu puasa harus dilakukan secara benar sehingga akan mendapat berkah Allah SWT.
Maka turunnya malam Lailaut Qadar itu salah satunya berkah Allah kepada seluruh umat dalam rangka menyelesaikan segala urusan manusia melalui perantaraan malaikat-malaikatnya
“Kalau mau sukses, Lailatul Qadar ini kuncinya. Karena malaikat bertangung jawab menyelesaikan urusan manusia, memberikan kebaikan. Ingin dapat rezeki banyak, solusi persoalan keluarga maka caranya dengan memperoleh lailatur qadar,” jelas Rektor UMMAD. (*)
