UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MADIUN

Akreditasi Kampus "Baik Sekali"

Rektor UMMAD Beri Kuliah Kebangsaan pada Pengukuhan PCM,PCA Kota Madiun.

MADIUN – Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, memberikan kuliah kebangsaan dalam pengukuhan PImpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Majelis, Badan, Lembaga Muhammadiyah, dan Aisyiyah Kota Madiun.

 

Pengukuhan PCM, PCA, Majelis, Badan, Lembaga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Madiun dilaksanakan di Islamic Center Madiun (ICM), Ahad, 26 November 2023.

 

Dalam ceramah yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, Rektor UMMAD menyatakan pentingnya anggota Muhammadiyah secara khusus dan masyarakat luas umumnya pandai dalam memilih pemimpin bangsa ke depan agar warga negara dan bangsa Indonesia bisa hidup sejahtera.

 

Rektor UMMAD juga mengajak anggota Muhammadiyah bekerja berkhidmad di persyarikatan dengan peran-peran yang dapat dilakukan baik yang berada di ranting maupun di cabang hingga tingkat pusat.

 

Isi kuliah

 

Pada awal kuliahnya, Rektor UMMAD menyampaikan, pada tahun 2045 mendatang, Indonesia diharapkan bisa memasuki periode keemasan atau golden age yang diukur dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, eksklusif dan berkesinambungan.

 

Pakar ekonomi menyebutkan pertumbuhan ekonomi tinggi itu harus dua digit, 10 koma sekian. Kalau 9 koma sekian belum bisa dikatakan pertumbuhan tinggi. Saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia ada di angka 3-4 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, Indonesia akan menjadi salah satu dari 8 (delapan) negara yang terkuat di dunia.

 

“Atau Indonesia bisa menjadi satu dari 8 negara terkuat di dunia. Tidak bermaksud mendahului, saya kira itu berat,” ujar Prof. Sofyan Anief. Rektor UMMAD mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi diharapkan negara akan sejahtera.

 

Namun Rektor UMMAD juga menyampaikan bahwa ekonomi tidak harus mengalami pertumbuhan yang tinggi jika pihak yang menikmati kesejahteraan itu ‘sekian sedikit persen’ saja. Indonesia saat ini sedang mengalaminya dimana pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati bagian sangat kecil dari rakyat Indonesia.

 

“Oleh karena itu, Muhammadiyah sebagai salah satu anak bangsa harus punya kontribusi besar bagi bangsa ini. Muhammadiyah sudah sejak dulu memberi kontribusi besar bagi Indonesia,” ujar Rektor UMMAD. Rektor UMMAD memberi contoh Muhammadiyah sudah mendirikan sekolah sebelum negara ini membangun sekolah.

 

Demikian pula dengan peran Muhammadiyah yang telah mendirikan rumah sakit sebelum Indonesia membuka rumah sakit. “Oleh karena itu ketika kita bicara bangsa ke depan, tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan yaitu kita harus pandai memilih pemimpin yang baik bagi bangsa dan negara di masa depan,” kata Rektor UMMAD.

 

Dengan memperoleh pemimpin yang baik maka diharapkan tidak ada lagi sumber daya alam Indonesia dikuasai, di jual, di eksploitasi negara asing. “Saat ini bangsa Indonesia dikarunia sumber daya alam yang luar biasa besar, namun kita belum mampu mengelolanya dengan baik. Untuk itulah, kita harus punya tekad, Saat inilah Muhammadiyah harus berbuat sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,”ujar Rektor UMMAD.(Pujoko)

 

Berita dan Informasi

Kabar terkini seputar UMMAD

Tim KKN UMMAD di Desa Candimulyo Laksanakan Sosialisasi Penanganan TBC

Tim KKN UMMAD di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun melaksanakan penyuluhan Tuberculosis (TBC), Senin, 5 Januari 2026. Pelaksanaan penyuluhan TBC dilaksanakan tim KKN Desa Candimulyo...

Harus Kuasai Kompetensi Pelayanan Kesehatan, Mahasiswa FIK UMMAD Lakukan PKL di RSI Siti Aisyiyah

MADIUN – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melakukan serah terima Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Prodi DIII Kebidanan dan Prodi Administrasi Kesehatan...

Lembaga Penjaminan Mutu UMMAD Lakukan AMI Prodi dan Unit Kerja

MADIUN – Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan Audit Mutu Internal (AIM) untuk program studi (prodi) dan unit kerja yang ada di UMMAD. AIM UMMAD ini...