MADIUN – Program kerja pembuatan bank sampah yang diinisiasi tim KKN UMMAD di Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, memperoleh respon positif masyarakat.
Kegiatan sosialisasi dilanjutkan praktik administrasi (pembukuan) bank sampah yang dilakukan tim KKN Nambangan Lor diikuti warga dengan antusias.
Ketua KKN UMMAD di Kelurahan Nambangan Lor, Nur Riyadhul Jannah menyampaikan, program kerja bank sampah ini disesuaikan dengan program pemerintah serta harapan masyarakat.
“Kita awali dengan menyelenggarakan sosialisasi bank sampah dengan menghadirkan “ahli” bank sampah di Kota Madiun untuk memberikan semangat bagi warga,” ujar Nur.
Dari sisi tim KKN UMMAD di Kelurahan Nambangan Lor itu sendiri, dengan bisa mengajak masyarakat membuat bank sampah dapat menjadi sumbangsih mereka kepada warga Nambangan Lor.
“Insya Allah KKN kami tidak sekedar membangun benda mati lalu ditinggal,
namun kami berusaha membangun mental masyarakat agar sadar sampah,” terang mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UMMAD tersebut, Rabu, 14 Januari 2025.
Disampaikan Nur Riyadhul Jannah, sebagian RW di Kelurahan Nambangan Lor memang sudah memiliki bank sampah.
“Bank sampah yang langsung terbentuk ketika sosialisasi kmrn ada di RW 1,” ungkap Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UMMAD tersebut.
Setelah terbentuk kelompok bank sampah, tim KKN UMMAD di Nambangan Lor melakukan pendampingan pemilahan sampah serta
pembuatan buku administrasi bank sampah.
Pendampingan pembuatan buku administrasi sudah kita lakukan diikuti pengelola bank sampah di Kelurahan Nambangan Lor pada Jumat dan Sabtu, 9 dan 10 Januari 2025 di RW 1 serta RW 6.
Pada kesempatan tersebut, tim KKN UMMAD membagikan 6 buku administrasi dan buku tabungan sampah serta timbangan digital sampah.
“Jadi nanti semua bank sampah di Kelurahan Nambangan Lor memakai format pembukuan dari kami,” ujar Nur.
Nur menambahkan, dengan pengerjaan program kerja bank sampah yang cukup intensif dilakukan tim KKN UMMAD di Nambangan Lor diharapkan keberadaan bank sampah di Kelurahan Nambangan Lor yang tadinya berasa di level RW bisa menjadi level RT.
“Insya Allah (keberadaan) bank sampah yang tadinya per Rw jadi per RT,” kata Nur.
Diungkapkan Nur Riyadhul Jannah, harapan dari Kelurahan dan warga masyarakat lebih banyak sosialisasi bank sampah dilakukan tim KKN UMMAD.
“Tapi karena terkendala waktu (belum bisa dilakukan). Insya Allah kami tetap dampingi via grup WA. Kami sudah membentuk grup inti dimana didalamnya ada RW RW dan anggota bank sampah sebagai hasil dari sosialisasi yang sudah kami lakukan,” terang Nur. *
