Porang Peningkat Ekonomi Bangsa

 

Porang termasuk klasifikasi umbi-umbian dengan nama marga Amorphophallus. Bentuk pohon porang berupa batang tunggal dan semu diameter antara 5 mm hingga 50 mm. Kandungan tanaman porang adalah glukomanan di bagian umbi. Glukomanan berbentuk tepung merupakan serat alami dan mudah dilarutkan dengan air. Tanaman porang akan tumbuh subur pada ketinggian antara 100 hingga 600 mdpl. Beberapa jenis yang sering ditemui di nusantara antara lain:

  • Amorphophallus oncophyllus
  • Amorphophallus campanulatus
  • Amorphophallus variabilis
  • Amorphophallus decus silvae
  • Amorphophallus spectabilis
  • Amorphophallus titanum
  • Amorphophallus muelleri

Glukomanan menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, porang sangat cocok dijadikan makanan tambahan penderita diabetes. Umbi tanaman porang mengandung zat anti-inflamasi.

Negara tujuan ekspor antara lain Jepang, Vietnam, China, Taiwan dan Australia. Harga porang untuk satu umbi yang beratnya bisa 4 kg adalah Rp2.500. Asumsikan dalam lahan seluas satu hektar, Anda menanam 6000 bibit tanaman porang dan semuanya berhasil tumbuh. Maka, sekali panen bisa mendapatkan 24 ton atau sekitar 60 juta rupiah. Harga tepung porang 200 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah per kilogram. Nominalnya akan melejit saat Anda menjualnya setelah dikeringkan yakni antara Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram bahkan harganya melambung sampai 1 juta rupiah lebih apabila tepung yang dibuat murni mengandung glukomanan tanpa bahan campuran. Biasanya negara yang paling sering mengimpor tepung umbi porang adalah Jepang. Masyarakat Jepang sering menggunakan porang untuk membuat konnyaku.

Bahan makanan tersebut memiliki tekstur kenyal mirip agar-agar dan mengandung serat yang tinggi. Tidak mengherankan kalau umbi poranglah yang dipilih karena kandungan glukomanannya memang sumber serat dan zat bermanfaat lain bagi kesehatan. Dalam sekali kirim, total porang bisa mencapai 255 ton yang menghasilkan uang hingga 11 miliar rupiah lebih.

Permintaan yang selalu naik tidak diimbangi dengan penyediaan di dalam negeri. Sebab, belum banyak yang membudidayakan tanaman porang dan masih menganggap tanaman tersebut tidak memiliki nilai ekonomis.

Maka dari itu, sebuah peluang yang sangat bagus bagi Anda yang ingin berbisnis dan meraup keuntungan fantastis. Hanya perlu ketekunan dan modal yang tidak terlalu besar, Anda bisa mengekspor porang sekaligus memanfaatkannya untuk membuat barang atau jajanan dalam negeri.

 

 

Muhammad Imam Wicaksono, S.P., M.Ling.

Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan

Universitas Muhammadiyah Madiun