UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MADIUN

Akreditasi Kampus "Baik Sekali"

Dosen UMMAD, Wariyatun MAAPD Ikuti Konferensi Internasional tentang Sistem dan Praktek Kearifan Lokal di UAD Yogyakarta

MADIUN – Tenaga pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun (FISIP UMMAD) Wariyatun, MAAPD mengikuti konferensi internasional Sistem dan Praktik Kearifan Lokal (the 3rd Indigenous System and Practices) di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Rabu-Jumat, 5-7 Juli 2023.

Dosen UMMAd, Wariyatun MAAPD Kedua dari kiri) berfoto bersama warga perempuan di Aceh Utara serta Dosen UAD Nurul Kodriati saat melakukan penelitian disertasi mereka

Konferensi internasional tersebut diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jember, University of South Africa (UNISA), University of The Philippine (UP) Manila dan University of the Philippine (UP)Los Banos. Konferensi internasional yang diikuti Wariyatun ini membicarakan sistem dan best Practices pengetahuan kearifan lokal yang ada di belahan bumi selatan. Itulah maka the 3th Indigenous Knowledge System and Practices (IKSP 3) menghadirkan tema Growing Ecological Challenges, “Transdisciplinar Perspective from the Global South”. (Pertumbuhan Tantangan Ekologis, Perspektif Transdisipliner dari Dunia Selatan).

Wariyatun bekerjasama dengan Nurul Kodriati, PhD, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, mempresentasikan paper yang ditulis berdasar sebagian hasil temuan selama penelitian di Aceh. Judul paper yang disampaikan Wariyatun bersama Nurul Kodriati adalah Healing Initiative Among Acehnesse Woman on Post-Conflict Area (Inisiatif Penyembuhan pada Perempuan Aceh di Area Paska Konflik). Menurut Wariyatun dan Nurul, healing pada perempuan yang trauma akibat konflik tidak hanya dilakukan oleh para professional psikolog.

Temuan penelitian di Aceh menunjukan bahwa paralegal, yang dibentuk oleh lembaga RPuK mampu memfasilitasi healing pada perempuan yang trauma akibat konflik dengan menerapkan beberapa strategi. Mereka bekerjasama dengan psikolog professional dari Universitas Malikulsaleh dan Yayasan Pulih untuk melatih kemampuan healing mereka. Setelah terampil, paralegal dari RPuK melakukan metode healing yang disesuaikan dengan karakter sosial budaya masyarakat Aceh. Menggunakan gamis atau sarong dalam berpakaian, membaca istighfar diantara proses healing, menggunakan bahasa Aceh termasuk membuat variasi-variasi model intervensi adalah beberapa strategi yang dilakukan paralegal RPuK.

Strategi-strategi tersebut terbukti mampu menumbuhkan kepercayaan perempuan survivor serta membuat mereka relief dari trauma mereka. “Jadi penyembuhan traumatik tidak harus selalu dilakukan profesi psikolog tapi bisa juga dilakukan paralegal atau sekelompok masyarakat berada dalam RPuK ini,” kata Wariyatun, Sabtu, 8 Juli 2023. Cara yang dilakukan di RPuK ini adalah membentuk perkumpulan sosial para wanita kemudian melakukan aktifitas yang dekat dengan kehidupan mereka seperti memasak atau berkebun. Aktifitas bersama antara sesama perempuan dilakukan sebagai aktifitas menyembuhkan trauma. “Hubungan emosional antara para wanita yang punya pengalaman sama, saling berbagi pengalaman dalam aktifitas yang dihubungkan antara wanita dan rumah ini, telah berhasil membuat wanita mengatasi trauma yang mereka miliki sejak lama,” terang Wariyatun.

Konferensi internasional The 3th Indigenous Knowledge System and Practices (IKSP 3) diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). (*)

Berita dan Informasi

Kabar terkini seputar UMMAD

Transformasi UMMAD Jadi UMJT Resmi Disahkan, Universitas Muhammadiyah Jawa Timur Siap Jadi Kampus Unggulan

Perubahan nama Universitas Muhammadiyah Madiun menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur resmi disahkan pada 5 Mei 2026. Simak perjalanan, program studi, dan visi besar UMJT ke depan. Transformasi...

Baitul Arqam Dasar UMMAD 2026 Resmi Digelar, Internalisasi Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah Jadi Fokus Utama

Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Madiun menggelar Baitul Arqam Dasar (BAD) selama dua hari untuk mahasiswa semester 2 hingga 8, menekankan pembentukan kader...

Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun Terpilih sebagai Anggota MWA UGM Periode 2026–2031

Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., resmi terpilih sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut...