UMMAD Tambah 3 Doktor Baru Tahun 2026, Perkuat Kualitas Akademik dan Daya Saing Kampus
Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus unggul dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia. Pada awal tahun 2026, UMMAD resmi menambah tiga dosen bergelar doktor dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya UMMAD dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat riset, serta mendorong daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Ketiga doktor baru tersebut berasal dari bidang keilmuan yang beragam dan relevan dengan kebutuhan zaman. Wariyatun meraih gelar doktor di bidang Antropologi dengan penelitian yang mengangkat peran perempuan penyintas konflik Aceh dalam pendampingan dan advokasi korban kekerasan.
Di bidang sains, Yan Aditya menyelesaikan studi doktoralnya dalam bidang Matematika melalui riset deep stochastic reinforcement learning untuk pengukuran risiko dan strategi perdagangan karbon. Keahlian ini menjadi kontribusi penting dalam pengembangan ilmu aktuaria dan isu keberlanjutan.
Sementara itu, Muhammad Syarifudin meraih gelar doktor di bidang Dakwah dan Komunikasi dengan fokus pada strategi dakwah dalam dinamika kontestasi keislaman di masyarakat urban yang semakin kompleks.
Kehadiran tiga dosen doktor ini akan memperkuat Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Aktuaria, dan Ilmu Komunikasi di lingkungan UMMAD, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan keilmuan di masing-masing bidang.
Tidak hanya itu, UMMAD juga terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas dosen. Saat ini, terdapat enam dosen yang tengah menempuh studi doktoral, baik di dalam maupun luar negeri, dan ditargetkan segera menyelesaikan pendidikannya.
Rektor UMMAD menegaskan bahwa peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor merupakan bagian penting dari strategi pengembangan kampus.
“Penambahan dosen bergelar doktor merupakan komitmen nyata UMMAD dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekosistem akademik, serta menghasilkan lulusan yang kompetitif,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan dosen doktor tidak hanya berdampak pada mutu pengajaran, tetapi juga memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Dengan bertambahnya dosen berkualifikasi doktor, UMMAD semakin menegaskan posisinya sebagai kampus di Madiun yang terus berkembang, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam kualitas akademik dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat.
Transformasi ini menjadi langkah nyata UMMAD dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan relevan dengan tantangan masa depan.
