MADIUN – Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan Audit Mutu Internal (AIM) untuk program studi (prodi) dan unit kerja yang ada di UMMAD.
AIM UMMAD ini dilaksanakan selama bulan Januari 2025. Ada 14 prodi yang dikelola UMMAD serta 4 unit kerja yang menjalani AMI. Unit kerja yang akan menjalani AMI adalah Sarana Prasarana, keuangan, Kemahasiswaan dan AIK.
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UMMAD, Dian Ardifah Iswari, S.TP., M.Si menyampaikan AMI dilaksanakan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan kegiatan akademik non akademik dengan standar mutu internal.
“Untuk membangun budaya mutu pengelolaan prodi dan unit kerja. Misalnya tentang pelaksanaan tri darma perguruan tingginya,” ujar dosen Prodi Biokewirausahaan.
Prodi Kesos
Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos) menjadi prodi pertama yang menjalani AMI pada Kamis, 15 Januari 2025. Setelah itu Prodi Ilmu Komunikasi pada Senin, 19 Januari 2026.
Kaprodi Kesos UMMAD, Qoni’ah, M.Si menyampaikan, beberapa aspek utama yang diaudit terkait kesesuaian pelaksanaan kurikulum dengan capaian pembelajaran lulusan. proses pembelajaran, prestasi mahasiswa baik akademik maupun non akademik, kegiatan penelitian dan pengabdian.
“Dengan adanya assesmen lapangan ini kami memperoleh masukan yang konstruktif untuk perbaikan keberlanjutan sehingga mutu lulusan dan relevansi keilmuan Ilmu Kesejahteraan Sosial terhadap kebutuhan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar Qoni’ah.
Kaprodi Ilmu Komunikasi UMMAD, Latutik Mukhlisini, M.I.Kom menyampaikan AMI sangat penting dilakukan karena menjadi acuan prodi melakukan perbaikan dalam aspek keselarasan visi dan misi di tingkat kaprodi dan UUPS. Serta implementasi kerja sama dengan pihak eksternal di bidang maupun pengabdian
Selain itu AMI dilakukam untuk monitoring proses pembelajaran di masing-masing prodi terkait ketercapaian CPL,implementasi RPS, tracer studynya terhadap lulusan.
“AMI Ini mirip-mirip akreditasi, tapi tingkat internal, agar nanti prodi lebih siap ketika dilakukan akreditasi dari BAN TP atau LAMSPAK,” terang Latutik. (*)
