MADIUN – Mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Citra Kusuma Pratiwi lulus ujian sertifikasi kompetensi perpajakan sehingga memperoleh sertifikat CFTR (Certified Fundamental Tax Reporting).
Sertifikat CFTR yang dikeluarkan pihak penyelenggara ujian itu tertanggal 4 Desember 2025 di terima Citra melalui dosen pembimbingnya, Putri Balqis Al Kubro, M.Mat.
Penyelenggara ujian sertifikasi kompetensi perpajakan tersebut adalah Biinspira Institute, lembaga pelatihan keuangan, perpajakan, akuntansi, komputer dan statistik.
Cerita
Citra mengungkapkan selama dua bulan berproses untuk lulus ujian sertifikasi serta memperoleh sertifikat CFTR tersebut.
Proses awal diikuti Citra adalah pada September 2-2025, mengikuti ujian untuk mendapat beasiswa pelatihan Brevet Pajak A dan B.
Usai lulus ujian kemudian Citra mengikuti kelas Brevet dalam 12 pertemuan pembahasan materi yang sangat luar biasa.
“Pada setiap akhir pertemuan dilakukan ujian materi. Dan saat ujian nilai harus minimal 70., tidak boleh kurang dari 70. Setelah itu saya dinyatakan lulus dari BREVET.
Citra menyampaikan setelah lulus dari BREVET, ia mendapat penawaran mendaftar dan mengikuti ujian sertifikasi dan CFTR tersebut.
“Jarak waktu antara ikut pelatihan BREVET dan CFTR itu sekitar 2 bulan. September saya berproses ikut ujian BREVET dan November saya mengikuti sertifikat (CFTR),” ujar Citra.
Dosen pembimbing Citra, Putri Balqis Al Kubro, M.Mat mengungkapkan, Citra mengikuit pelatihan BREVET Itu dengan mendapat mahasiswa dari penyelenggara.
“Kemudian karena Citra juga punya minat di bidang perpajakan dan ada kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi dengan biaya terjangkau jadi saya menyarankan untuk ikut,” terang Balqis.
Balqis menerangkan, CFTR atau Certified Fundamental Tax Reporting, merupakan gelar non akademis yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan pengakuan terhadap kompetensinya dibidang pelaporan perpajakan.
“Kompetensi yang diperoleh pemilik CFTR ini sesuai dengan standar kompetensi yang diterbitkan oleh Perhimpunan Profesional Perpajakan Muda Indonesia (P4MI),” jelas Balqis.
