UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MADIUN

Akreditasi Kampus "Baik Sekali"

Mahasiswa Kebidanan UMMAD (UMJT) Ikuti Bimbingan pemeriksaan Bayi. Lakukan 24 Langkah pemeriksaan

MADIUN – Mahasiswa Prodi Kebidanan D3 UMMAD(UMJT) mengikuti bimbingan pemeriksaan bayi di Klinik Pratama Rawat Inap Sahabat Keluarga Medika, Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin, 30 Juni 2025.

Pelaksanaan bimbingan pemeriksaan bayi oleh mahasiswa Kebidanan UMMAD ini dibimbing pemilik klinik, bidan Endah Wiendiarti.

Dosen pendamping bimbingan, Nisa Ardihianingtyas, S.ST., M.Kes menerangkan, setelah sebelumnya melakukan bimbingan dan ujian pemeriksaan persalinan/nifas pada ibu melahirkan, saat ini, mahasiswa Kebidanan UMMAD mengikuti bimbingan fisik pada bayi.

“Sekarang bimbingan pemeriksaan fisik tanda-tanda vital pada bayi seperti tensi, suhu tubuh, berat badan, tinggi badan. Setelah bimbingan ini dilakukan ujian pemeriksaan bayi nanti pada hari Rabu,” terang Kaprodi Kebidanan D3 UMMAD.

Sementara itu, bidan Endah Wiendiarti menerangkan, hari ini total dilakukan 24 pemeriksaan fisik bayi mulai dari bagian atas hingga bawah tubuh bayi.

Pemeriksaan pada bayi ini dilakukan setelah bayi dilahirkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi bayi secara keseluruhan.

“Sebenarnya bayi baru lahir langsung mendapat pemeriksaan. Tapi ini tadi kita memeriksa bayi usia belum satu bulan,” ujar Endah.

Pemeriksaan kepala

Endah menerangkan, pemeriksaan bagian kepala dilakukan untuk mengetahui lingkar kepala, ada atau tidak kelainan pada kepala. Seperti trauma pasca persalinan dengan munculnya kaput.

“Persalinan anak pertama biasanya agak lama. Kadang muncul kaput, seperti benjolan di kepala. Kita periksa juga ubun-ubun besar, ubun-ubun kecil pada kepala,” terang Endah.

Sementara itu untuk pemeriksaaan pada dada bayi dilakukan pada pernafasan (auskultasi) dengan menggunakan timer dan stetoskop.

Menurut Indah, timer digunakan untuk memeriksa nafas bayi dengan menghitung pernafasan bayi selama satu menit.

Bagi bayi yang normal, nafasnya teratur, dalam satu menit melakukan 40-60 kali pernafasan. Kalau stetoskop mengetahui detak jantung bayi.

“Selain detak jantung apakah juga ada suara lain. Misalnya jika ada cacat bawaan pada jantung akan kelihatan, kadang ada suara duk duk kita curiga mungkin ada kelainan jantung,” terang Endah.


Endah menyampaikan, mahasiswa Kebidanan UMMAD memberikan respon yang baik saat mengikuti bimbingan pemeriksaan bayi dilakukan.

“Mereka merespon dengan bertanya langsung setelah dijelaskan.,” ujar endah.

Endah menambahkan, bimbingan pemeriksaan bayi hari ini sangat penting bagi mahasiswa agar mereka siap kerja dengan melaksanakan langkah-langkah pemeriksaan yang sama di klinik ataupun di rumah sakit.

“Dengan bimbingan terus nanti ada ujian mahasiswa harus memeriksa bayi baru lahir, mereka bisa melkaukannya juga saat bekerja di klinik atau jadi bidan praktik,” kata Endah.

Berita dan Informasi

Kabar terkini seputar UMMAD

Fuad Dwi Artha. Mahasiswa Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).

Fuad saat ini bekerja di Artha Talenta Management yang memiliki usaha event organizer lomba pencarian bakat. Sebelumnya, sejak tahun 2018 hingga 2025, anak muda asli Kota Madiun meraih penghargaan di...

Polres Madiun Kota Lakukan Kunjungan Kamtibmas di UMMAD

MADIUN – Polres Madiun Kota dan Polsek Taman melakukan kunjungan silaturahmi ke kampus 1 Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada Selasa, 24 Februari 2026. Dari pihak Polres Madiun Kota...

Mahasiswa Katholik UMMAD, Hembalina Irma Tasiripoula Raih Best Outfit Ajang Putra Putri Kampus 2026

MADIUN – Mahasiswa non Muslim yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kembali unjuk prestasi. Sebelumnya Kristofora Karoline Kewa, mahasiswa Kristen asal NTT yang kuliah di Prodi...